Minggu, 21 Juli 2013

"Feelings" Part 1

Title     : Feelings
Author : HeeHoon
Genre  : Romance,Friendship,Family
Cast     : Choi Sulli, Lee Taemin, SHINee FX


Halo halo semua, author HeeHoon, istrinya Heechul selingkuhannya Ilhoon*plakk* kembali.. Membawa FF TaeLli couple, bagi yang gak punya banyak waktu gk usah baca, karena hanya menghabiskan waktu untuk membaca FF GaJe saya yang 1 ini, hehe.. maaf ya kalo FF ini sangat teramat GaJe, gak nyambung, typo bertebaran layaknya meteorid. Karena author masih junior nih, belum berpengalaman nulis FF.. dan maaf kalau jelek.
FF ini MURNI 100% HASIL IMAJINASI SAYA SENDIRI, BILA ADA KESAMAAN JALAN CERITA ITU TIDAK DI SENGAJA.
Para cast semuanya milik orang tua masing masing dan Tuhan, saya hanya meminjam mereka. Tapi di FF ini mereka adalah milik saya, wkwkw..
NO SILENT READER ! NO BASH ! NO PLAGIATOR!!!
 Cekidot..

 

"Fighting!" Ucap seorang yeoja cantik menyemangati dirinya sendiri.
__________

"Namamu Choi Sulli?" Tanya seorang seongsaenim.
Yeoja cantik bernama Choi Sulli itupun mengangguk sambil tersenyum manis.
"Aigo, aigo. Senyummu manis sekali, nak. Silahkan kamu ikut seongsaenim Shin, dia adalah wali muridmu. Kau datangi saja mejanya itu, arraseo?" Puji seongsaenim itu lalu menyuruh Sulli menemui Shin seongsaenim Ƴαπğ akan menjadi wali kelasnya.
"Arraseo Lee seongsaenim. Gamsahamnida." Bungkuk Sulli 90 derajat lalu menuju meja Seongsaenim Shin.
__________

"Kau murid baru?" Tanya seongsaenim Shin.
Sulli hanya mengangguk polos.
"Jadi kau ya Ƴαπğ namanya Choi Sulli? Ternyata kau sangat cantik, hehe. Ayo ikut aku. Aku akan menunjukkan kelas barumu." Ujar Shin seongsaenim sambil merapihkan dokumen" milik Sulli.
_________

"Anak-anak, kita kedatangan murid baru." Jelas seongsaenim Shin.
"Choi Sulli, silahkan perkenalkan dirimu." Bisik seongsaenim Shin.
"Annyeong haseo, naneun Choi Sulli imnida. Bangapseumnida." Kenal Sulli sambil menunjukkan senyum termanisnya.
"Woaah.." Anak-anak sekelas langsung terpesona dengan Sulli apalagi senyumannya, terlebih dengan murid namja.
"Sulli, kau biså duduk disitu." Tunjuk seongsaenim Shin pada sebuah kursi kosong di samping seorang namja.
Sulli hanya mengangguk dan duduk di kursi tersebut.
"Annyeong, Choi Sulli imnida." Kenal Sulli pada namja Ƴαπğ menjadi teman sebangkunya.
"Eoh?annyeong. Lee Taemin imnida." Balas Taemin datar masih sambil membaca komik.
"Kenapa kau membaca komik?" Tanya Sulli.
"Inikan jam pelajaran?" Lanjutnya lagi.
"Biarlah, aku lebih baik membaca komik, itu hobiku. Aku tak suka pelajaran dia." Ucap Taemin sambil menunjuk seongsaenim Shin
"Mwo?waeyo?" Sulli heran.
"Dia slalu saja mendekati appaku, wanita ganjen!" Nada Taemin berubah menjadi kesal.
Sulli hanya mengangguk heran.
__________

Jam pelajaran pun usai. Sulli Ƴαπğ rumahnya tak jauh dari sekolah hanya berjalan kaki kerumahnya. Bukannya ia tak punya kendaraan, bahkan ia memiliki semuanya. Sulli terlahir di keluarga Ƴαπğ sangat teramat kaya raya. Dia memiliki mobil sendiri, namun ia tak mau menggunakannya ke sekolah. Menurutnya sekolahnya itu dekat dan tak perlu menggunakan mobil. Dia baru pindah dari Amerika dan membeli rumah di kawasan Seoul.
"Prakk!" Sebuah telur mendarat di kepala Sulli.
"Aww.." Reflek Sulli, ia langsung menyentuh kepalanya dan mendapati bahwa itu telur. Ia langsung menoleh ke arah telur itu berasal.
Yeoja, ya seorang yeoja di sebrang sanalah Ƴαπğ melempar Sulli dengan telur. Ia langsung mendatangi Sulli.
"Jangan kau dekat-dekat dengan orang Ƴαπğ kusukai!" Teriak yeoja itu.
Sulli bingung apa maksud yeoja itu, dia lebih memilih diam.
Yeoja itu menaburkan tepung dan sebotol air mineral di kepala Sulli.
"Plakk." Yeoja itu pun menampar Sulli.
Sulli pun jatuh tersungkur di tanah.
"Plakk." Kali ini yeoja tadi Ƴαπğ terjatuh di tanah.
"Bae Suzy! Bisakah kau jaga sikapmu?! Berlaku seperti itu pada anak baru! Kau memang siapaku?! Aku bahkan tak menyukaimu sama sekali! Biarkan dia duduk di sampingku aku juga tidak menolaknya! Jadi berhentilah mengurusi urusanku!!" Bentak seorang namja Ƴαπğ tak lain adalah Taemin.
Taemin langsung menarik tangan Sulli agar bangkit dan langsung membersihkan baju Sulli Ƴαπğ kotor karena tanah.
Sulli sedikit risih dengan hal itu.
Taemin lalu menarik Sulli ke parkiran dan memasukkan Sulli kedalam mobilnya.
"Kau mau membawaku kemana?!" Tanya Sulli sedikit panik.
"Tenanglah, aku bukan orang jahat. Aku tidak mau melihatmu seperti itu, jadi ikutlah kerumahku dan bersihkan pakaianmu." Jelas Taemin.
"Aku biså membersihkannya sendiri, percayalah!" Jawab Sulli.
"Baiklah, kuantarkan kerumahmu." Ucap Taemin datar sambil menyalakan mobilnya.
"Rumahku dekat, Lee Taemin." Jelas Sulli agak kesal.
"Tunjukkan jalan rumahmu." Suruh Taemin tak menghiraukan Sulli.
__________

Sulli pun mengganti bajunya menjadi kaos dan hot pants dan mencuci rambutnya. Dengan handuk masih menempel di kepala Sulli menuju ruang tamu.
"Appa, baju seragamku cuci di laundry saja,ne?" Usul Sulli pada appanya Ƴαπğ ada di ruang tamu sambil mengeraskan sedikit suaranya agar biså didengar appanya.
Ia pun berjalan ke ruang tamu dan melihat appanya sedang berbicara.
"Berbicara dengan siapa dia?" Batin Sulli.
Iapun meneruskan langkahnya agar biså melihat orang Ƴαπğ sedang mengobrol dengan appanya.
Sulli pun terbelalak kaget.
"Ah, Sulli-ah. Ne, nanti sore appa ke laundry." Jawab appanya Ƴαπğ baru sadar kedatangan Sulli.
Taemin. Taemin lah Ƴαπğ sedang berbicara dengan appa Sulli.
Taemin menoleh ke arah Sulli dan melambaikan tangan ke arahnya.
Sulli salah tingkah dan memilih kembali ke dalam tanpa sepatah kata.
"Ahahaha, dia memang begitu. Maklumi saja." Ujar appa Sulli pada Taemin.
Taemin hanya tertawa kecil.
"Anak itu terlalu cantik, haha." Batin Taemin.
"Mau apa anak itu di rumahku? Bukankah ia hanya mau mengantarkanku?!" Gumam Sulli dibalik pintu kamarnya.
__________

@Keesokan harinya.
Sulli berjalan menuju kelasnya. Ia sedikit canggung saat menuju kursinya Ƴαπğ disampingnya sudah ada Taemin Ƴαπğ sedang membaca komik sambil memakan roti coklat.
"Hai." Sapa Sulli canggung pada Taemin.
"Hm? Hai juga." Sapa Taemin balik baru menyadari kehadiran Sulli.
"Taemin-ah, aku ke toilet dulu ne." Izin Sulli.
"Hm.. Baiklah, kau tahu kan dimana toilet?" Tanya Taemin memastikan.
"Tahu køk. Kemarin kan aku ke toilet." Jelas Sulli.
"Oh, ne. Hati-hati." Perhatian Taemin.
Sulli pun pergi ke toilet.
"Ke toilet saja di suruh "hati-hati", perhatian sekali." Gumam Sulli padahal ia senang mendapat perhatian dari Taemin.
__________

Taemin masih fokus ke komiknya, tatapannya terus ke arah komiknya. Sampai-sampai Ia tak sadar kalau rotinya habis dan ia malah melahap bungkusnya.
"Cuih." Taemin baru sadar ia memakan bungkus roti.
"Habis ternyata. Beli lagi ah." Gumam Taemin menutup komiknya lalu menuju kantin.
__________

Taemin melahap roti Ƴαπğ baru ia beli dan berjalan menuju kelas.
Saat ia baru beberapa langkah, ia melihat Sulli Ƴαπğ baru keluar toilet. Tidak sengaja Taemin melihat Suzy Ƴαπğ berada di lantai 2 sambil memegang seember air untuk menyiram tanaman.
"Itu Sulli kan? Akan kukerjai dia." Gumam Suzy licik.
Taemin langsung berlari ke arah Sulli dan mendorong Sulli menjauh dengan punggung tangannya.
"Byuurr..." Seember air menyiram Taemin.
"Taemin-ah!" Reflek Sulli langsung menghampiri Taemin.
Taemin hanya mengangguk sambil tersenyum kecil.
"Kau tidak apa-apa juga, 'kan?" Taemin memastikan sambil mengelus pelan rambut Sulli.
Sulli hanya mengangguk cemas.
"Brukk." Taemin pingsan.
"Taemin-ah!!! Lee Taemin-ah!!!" Teriak Sulli histeris membuat semua orang di kantin,toilet,dan lapangan menoleh ke arah Sulli. Seongsaenim Lee Jin Ki Ƴαπğ sedang makan di kantin pun kaget dan langsung menghampiri Taemin dan Sulli.
"Anakku!" Seru seongsaenim Lee.
"Omo!" Seongsaenim Shin pun ikut kaget.
"Sulli-ah! Dia kenapa?" Tanya seongsaenim Lee khawatir.
"Naneun mollayo seongsaenim, tadi ia hanya tersiram air dari atas." Ujar Sulli seadanya dengan wajah cemas.
Seongsaenim Lee menoleh ke atas dan mendapati Suzy memegang sebuah ember.
Seongsaenim Lee langsung mengeluarkan mata membunuhnya*plakk*
"Bae... Suzy!!!!!!" Teriak seongsaenim Lee, para burung langsung beterbangan dan para murid menutup telinga masing-masing*lebay lu thor*
"Sulli-ah, Taemin memang sedang sakit. Jadi fisiknya lemah." Jelas seongsaenim Lee.
"Nak, tolong bawa Taemin ke UKS!" Suruh seongsaenim Shin kepada murid sekitar. Ia juga cemas pada Taemin.
F L A S H B A C K
8 tahun Ƴαπğ lalu.
"Eomma mau kemana?" Tanya seorang pria kecil sambil menangis.
"Eomma mau kerja sayang." Jawab wanita muda itu sambil mengelus kepala anaknya itu.
"Eomma jangan pergi, temani aku disini saja!" Rengek pria kecil itu.
"Eomma akan kembali køk sayang, dia hanya akan pegi sebentar nanti kembali." Bujuk sang appa.
"Nanti kalau eomma pulang, eomma belikan kamu komik Ƴαπğ banyak, dan video animasi juga gamenya sayang." Rayu eommanya.
Pria kecil itu hanya biså terdiam masih sambil menangis 下åpi ia lalu mengangguk.
Lama kelamaan bayangan wanita itupun menghilang.
.
.
"M..mwo?" Tanya Lee Jin Ki sedikit tak percaya dengan nada dan wajah datar.
Ia lalu menjauhkan telfon genggamnya dan meneteskan air matanya dengan expresi datar lebih tepatnya ia frustasi.
"Appa, bukankah berita di TV itu berita tentang pesawat eomma?!" Bentak pria kecil Ƴαπğ bukan lain Taemin.
'Pesawat Ƴαπğ ditumpangi eomma Taemin oleng dan terjatuh di laut'
.
.
"Eomma!!!!" Histeris Taemin kecil di atas pusaran Ƴαπğ bertuliskan "Park Sun Young"
Onew hanya biså prihatin melihat putra kecilnya itu. Wajahnya tampak pucat dan terlihat frustasi.
*Ibu Taemin sudah meninggal sejak 8 tahun Ƴαπğ lalu. Mereka adalah keluarga Ƴαπğ lumayan berkecukupan. Ayah Taemin bekerja menjadi guru dan ibunya adalah seorang pembuat animasi Ƴαπğ senior di USA sana. Ia meninggal dalam perjalanan pulang ke Seoul.
Bayangan itu seolah terputar kembali di kepala Taemin.
"Taemin-ah, kau sadar?" Samar-samar Taemin mendengar suara dan melihat sosok Ƴαπğ semakin lama mulai jelas, adalah Sulli.
"Sulli-ah, kau tidak kekelas?" Tanya Taemin.
"Ani, aku mau menemanimu sampai pulih dulu disini. Aku sudah izin." Jelas Sulli.
"Pergilah kekelas. Nanti kau tertinggal pelajaran. Aku sudah sadar køk. Nanti pulang temui aku di gerbang depan sekolah, aku akan mengantarmu mulai sekarang, appamu Ƴαπğ menyuruhku." Jelas Taemin.
"Mwo?" Sulli terbelalak.
"Cepatlah kekelas!" Perintah Taemin.
Sulli mengangguk cepat dan langsung pergi dari ruang UKS menuju kelas.
__________

"Kemana dia?køk tidak datang" sih?" Gumam Sulli sambil menoleh kesana kemari.
Sullipun kembali kedalam sekolah mengecek apa ada Taemin didalam, ia pun ke ruang UKS.
Ia agak kesal saat melihat Taemin ada didalam UKS dan terduduk di pinggir ranjang.
Baru Sulli mau menegur dan mengoceh langkahnya langsung terhenti saat melihat Taemin ternyata menangis terdiam tanpa suara.
Taemin menyadari kedatangan Sulli. Sullipun langsung membalikkan badannya pura" tidak melihat Taemin Ƴαπğ sedang menangis.
Taemin melotot dan langsung membuang muka lalu mengelap air matanya dan menuju kamar mandi disitu lalu mencuci muka dan keluar dengan expresi ceria.
"Mianhae, aku terlambat." Ujar Taemin sambil tersenyum.
"Ah, ne. Gwenchanayo." Jawab Sulli agak canggung.
Taemin menarik tangan Sulli menuju parkiran dengan expresi ceria, ia pura" tidak sedih dan pura" tidak menangis saat di UKS tadi.
DEG
Jantung Sulli berdegup kencang saat Taemin menarik tangannya.
Sulli tersenyum kecil, ia rasa Taemin menyukainya. Sulli pun mulai menyukai Taemin.
__________

@Sulli's house
"Sulli-ah, chakkaman!" Panggil Taemin dari ruang tamu.
"Wae?" Tanya Sulli.
"Boleh, kuminta nomor HP mu?" Tanya Taemin membuat Sulli semakin GR.
"Ah, tentu. Ini aku menyimpannya di contact dengan sebutan Nona Lollipop di HP ku. Salin saja. Aku mau buru" ke toilet." Ujar Sulli menyerahkan HP nya dan langsung berlari ke toilet karena ingin buang air kecil.
Taemin menyeringai kecil lalu mencari nomor tersebut.
" 'Nona Lollipop', hahaha.." Tawa Taemin pecah saat ingat Sulli menyimpan nomornya sendiri di contact HP nya dengan sebutan itu. Setelah menyalin nomor HP nya Taemin pun jail saat melihat sms masuk.
'Choi MinHo' begitulah nama pengirim sms tersebut.
"Apa mungkin ini oppanya? Marganya sama" Choi." Gumam Taemin.
Wajah Taemin langsung berubah menjadi aneh saat membaca sms tersebut.
'Sulli, apakah kau ada acara nanti malam?bila tidak, maukah nanti malam kau ke restoran XXX dan makan malam denganku? Ku harap kau datang chagi~'
Begitulah isi pesan masuk tersebut.
Sulli langsung merebut HP-nya dari tangan Taemin.
"I..itu, namjachingumu?!" Tebak Taemin.
"ANIYO!!! Dia itu fansku! Aku juga tidak tau kenapa ia menuliskan kata 'chagi' disitu. Aku sama sekali bukan siapa-siapanya!!" Gupek Sulli setelah membaca pesan tersebut.
Taemin menghela nafas.
"Jadi dia siapamu? Apa kau tetap menerima ajakannya?" Tanya Taemin khawatir.
"Dia temanku dari kecil, ia tinggal di USA dan pindah ke Korea saat umur kami 8TH. Ia seumuran dengan kita køk! Yaa, kuturuti lah. Ia teman baikku." Ucap Sulli lemas saat bilang 'kuturuti'
"Boleh ku ikut?!" Tanya Taemin.
"Mwo?"
__________

@Malamnya
"Oh, jadi kau mau makan bersama Sulli dan temannya itu? Yasudah jaga dia baik-baik ya Taemin-ssi." Pesan appa Sulli.
"Ah, ne ahjussi. Pasti." Jawab Taemin yakin.
Sulli pun keluar dari dalam. Taemin seakan terhipnotis oleh Sulli. Taemin kaget saat melihat penampilan Sulli Ƴαπğ menurutnya "WOW" itu. Appa Sulli Ƴαπğ sadar dengan sikap Taemin Ƴαπğ aneh pun mengikuti arah mata Taemin dan mendapati Sulli Ƴαπğ mengenakan gaun coklat berenda selutut dengan rambut di biarkan terurai*bayangkan Sulli di Hot Summer Japanese Version*
Appa Sulli pun menyeringai.
__________

@Restaurant
"Aku mengajakmu makan, karena aku rindu denganmu juga aku mau memberi kabar." Ujar Minho.
"Kabar?kabar apa?" To the point Sulli.
"Teman lama kita akan datang ke Seoul." Ucap MinHo sambil melebarkan senyumnya.
"Nuguya?" Tanya Sulli heran.
"Nanti kau juga akan tahu." Rahasia MinHo.
"Hhhmm.." Sulli kesal dan memanyunkan bibirnya.
"Sulli-ah, coba kau makan sepotong stick-ku, rasanya sangat lezat." Ucap MinHo sambil menyodorkan sepotong stick nya dengan sumpit mengalihkan pembicaraan. Sulli pun melahapnya.
"Hhmm, enak." Puji Sulli.
Taemin Ƴαπğ melihatnya langsung melahap stick miliknya dengan potongan Ƴαπğ agak besar sampai membuatnya tersedak.
"Uhuk-uhuk.." Taemin tersedak sambil menepuk-nepukan dadanya.
"Taemin-ah, waegeuraeyo?" Cemas Sulli sambil menyodorkan jus jeruk miliknya.
"Sebenarnya, siapa dia?" Tanya MinHo makan malam mereka.
"Aku hanya.." Belum selesai Taemin bicara Sulli sudah memotongnya.
"Namjachinguku.." Potong Sulli.
Taemin menoleh ke arah Sulli sambil melotot.
Sulli memberi kode dengan menginjak kaki Taemin.
Taemin mengerti dan mengangguk pelan lalu Sulli melepaskan injakannya dari kaki Taemin*hahaha kasian Taemin
"Mwo? Namjachingumu? Baru 3 hari di Seoul kau sudah punya namjachingu??" Heran Minho.
"Ne.." Jawab Sulli singkat walau sedikit gugup.
"Kau cepat sekali melupakanku. Kenapa aku secepat itu pergi dari USA ya?" Sesal MinHo.
__________

"Kenapa kau lakukan itu?" Tanya Taemin memecahkan keheningan di mobilnya.
"Apa?" Tanya Sulli tak mengerti.
"Mengatakan aku namjachingumu!" Jawab Taemin.
"Ah, itu.." Sulli berfikir sejenak.
"Aku hanya tidak mau ia bertindak aneh-aneh, kau lihat kan di sms?" Tanya Sulli.
"Tidak mau dia bertindak aneh"? Apa dia pernah melakukan sesuatu padamu?" Tanya Taemin polos.
"MWO?? Apa maksudmu?! Tentu tidaklah!" Bela Sulli cepat.
Taemin hanya menyeringai kecil.
__________

"Annyeong!" Sapa Sulli saat turun dari mobil Taemin sambil tersenyum lebar.
Taemin hanya tersenyum dan membalas lambaian Sulli lalu melajukan mobilnya.
Sulli pun masuk kedalam rumahnya.
__________

@Keesokan harinya.
Sulli berjalan ke arah kelasnya, ia sedikit heran karena kelasnya sangat gaduh.
Ia duduk di kursinya dan melihat tidak ada Taemin disampingnya,hanya ada tasnya.
"Kemana Taemin?" Gumam Sulli.
Ia mengedarkan pandangannya dan menemukan Taemin, pasnya ia bersama seorang yeoja.
Ia terlihat akrab sekali dengan yeoja itu.
"Siapa dia?" Gumam Sulli mulai curiga. Jantungnya berdegup sangat kencang. Ia khawatir Taemin ada apa-apa dengan wanita itu.
Tak lama bel pun berbunyi. Sulli kembali duduk ke kursinya.
Taemin terlihat mengajak yeoja itu duduk di depan Taemin.
Seongsaenim Lee pun masuk, hari ini pelajaran kesenian*lah Onew guru kesenian? ʼnƍƍɑªĸ salah?aneh bngt.wkwkwk#dijitakOnew*
Seongsaenim Lee pun mempersilahkan yeoja tadi memperkenalkan diri.
"Annyeong haseo, naneun Jung Soo Jung imnida. Biasa di panggil Krystal. Bangapseumnida." Kenal Krystal.
Sulli membelalakan matanya.
F L A S H B A C K
"MinHo oppa, aku mau boneka itu!" Tunjuk seorang gadis kecil pada sebuah boneka beruang kecil berwarna coklat.
"下åpi Soo Jung-ah, itu punya Jin Ri." Ucap MinHo.
"Berikan ini padaku!" Perintah Krystal sambil menarik paksa boneka Ƴαπğ sedang dimainkan oleh Sulli itu.
"Inikan punyaku! Tidak boleh!" Sulli menarik kembali boneka itu.
Mereka pun saling menarik boneka tersebut.
"Sudah,sudah. Tidak usah berebut!Soo Jung-ah itu punya Sulli jangan di ambil!" Perintah MinHo.
Mereka masih berebut sampai akhirnya boneka itu robek dan Sulli terjatuh ke tanah sampai terluka di kaki dan sikutnya.
Krystal pun menangis dan memeluk MinHo.
"Oppa, bonekanya rusak.." Rengek Krystal.
"Kan sudah ku bilang jangan berebut! Lagipula itukan punya Sulli!" Bentak MinHo.
Sulli hanya terdiam sambil menteskan air mata menahan perihnya luka di kaki dan sikutnya terlebih hatinya sakit saat boneka buatan eommanya Ƴαπğ eommanya jahit sendiri itu robek.
Setelah insiden itu Krystal pun jahat pada Sulli, ia selalu menjahati Sulli. Mulai dari mendorongnya ke kolam ikan sampai hampir tenggelam hingga menghasut teman-teman mereka agar menjauhi Sulli.
Akhirnya Krystal pun pindah ke Paris karena pekerjaan appanya. Mulai darisitu Sulli tidak pernah melihat Krystal lagi dan tumbuh dewasa.
F L A S H B A C K END
Krystal pun duduk di depan Taemin lalu menoleh ke belakang tepatnya ke arah Taemin dan tersenyum manis Taeminpun membalasnya.
Sulli cemburu, karena Krystal terlihat dekat dengan Taemin terlebih lagi Krystal adalah musuh Sulli saat kecil.
Hari ini mereka belajar melukis.
Sulli melukis sendiri dengan tenang.
Sedangkan Krystal melukis dengan dibantu oleh Taemin.
Sulli melihat itu dan hatinya kembali memanas.
"Argh,wanita itu. Awas saja kau. Taemin, tak tahukah kau?aku menyukaimu!" Batin Sulli.
Mereka disuruh melukis pemandangan.
Seongsaenim Lee melihat lukisan Krystal dan memujinya.
"Woah, indah sekali lukisanmu." Puji Lee seongsaenim.
"Mesranya, kalian melukis berdua begini. Serasih." Goda Lee seongsaenim.
Krystal tersipu malu.
"Appa, apaan sih." Elak Taemin.
Dengan sengaja Sulli menjatuhkan kaleng catnya alhasil semua mata tertuju pada Sulli.
"Hati-hati Sulli-ah." Ujar Lee seongsaenim.
"Ah, eoh ne.. Mianhaeyo seongsaenim." Ucap Sulli sedikit gugup.
Onew menyipitkan matanya curiga dan menyeringai kecil.
__________

"Sulli-ah, apa kau ikut camping nanti malam?" Tanya seorang teman Sulli
"Eoh, annyeong. Ani Victoria, aku tidak ikut camping." Jawab Sulli.
"Waeyo? Karena Taemin tidak ikut juga?" Goda Victoria.
"Mati aku, darimana ia tahu soal ini." Batin Sulli.
"Anio, apa hubungannya dengan Taemin? Aku tidak ikut karena, mau menjaga rumah. Appaku dinas ke luar kota dan eommaku ada meeting sampai larut malam nanti." Elak Sulli dengan wajah merah.
"Jinjja?kalau begitu biasa saja dong jangan sampai seperti tomat begitu wajahmu." Goda Victoria lagi.
"Ah, jinjja? Tidak juga." Elak Sulli lagi sambil mengelus wajahnya.
"Hey, Victoria. What are you doing here? Kajja, kita kan mau siap" untuk camping nanti malam." Tegur Amber kepada Victoria.
"Ah, ne. Sulli-ah aku pergi dulu ya. Baiklah bila kau tidak ikut tidak apa-apa køk. Bye." Victoria pun pergi bersama Amber.
"Ne, annyeong." Bungkuk Sulli.
Percakapan mereka disaksikan oleh Taemin.
"Apa rumor Ƴαπğ baru saja beredar benar?" Gumam Taemin.
"Rumor apa?" Tanya Krystal Ƴαπğ mendengar gumaman Taemin.
"Krystal-ah, sejak kapan kau disini? Ani bukan rumor apa-apa." Elak Taemin.
"Rumor Sulli menyukaimu?" Tebak Krystal.
"Ah, ahahaha.. Itu hanya gosip. Sudah kita pulang saja." Ajak Taemin sambil tertawa di paksakan.

STTOOPPP !!!
Aneh ya?aneh kan?haduh sudah author tebak..hhmm, maaf deh kalo GaJe,aneh,jelek, dan typo(soalnya males ngedit ni ff)bersebaran dimana-mana -_- author hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan dosa*sok alim lu thor*
Mau ff ini jelek atau bagus, author minta komen! komen hayyo komen! komenlah selagi kalian punya tangan untuk mengetik! Kalau gak punya sih yaudah*kidding*
Part 2 nya bakal di post disini setelah setidaknya ada 2 atau 3 orang yang komen minta di lanjut -_- 
Gamsahamnida~ udah mau baca*bow

Tidak ada komentar:

Posting Komentar